MY ROMANTIC POEMS :-)

The romantic and exotic poems??? :-)

Saturday, March 31, 2007

My Poem

KIASAN DIRIMU


Oleh: P E. Saputra


Harum semerbak bunga

Tak seharum kepribadianmu

Yang mampu membius jiwaku


Syahdu alunan melodi

Tak se-syahdu tata bicaramu

Yang mampu menentramkan hatiku


Lesat anak panah

Tak selesat tatapan matamu

Yang mampu membuatku terpaku


Kilau cahaya rembulan

Tak sekemilau raut wajahmu

Yang selalu berpijar dalam hatiku


Kerlip sinar bintang

Tak semenawan kerlipan matamu

Yang selalu mempesona hatiku


Sejuk angin malam

Tak sesejuk suara darimu

Yang selalu berhembus ditelingaku


Hangat pijar sang surya

Tak sehangat perhatianmu

Yang telah mencairkan hatiku


Riang kicau burung

Tak seriang canda-tawamu

Yang telah menggoda hatiku


Indah rangkaian pelangi

Tak seindah rangkaian namamu

Yang telah lama tersulam didasar kalbu


Memory,

Jogja, 27 agustus 2003

Sunday, March 18, 2007

My Poems

DIMANAKAH DIRIMU

Oleh: P E. Saputra

Sudah, kulalui s’luruh waktu

Dari, waktu fajar menyingsing

Hingga petang menjelang

Dari, waktu pagi nan berseri

Hingga, malam nan kelam

Sudah, kucermati s’luruh pandang

Dari, atap pergedungan tinggi pencakar langit

Hingga, lorong-lorong gelap nan pengap

Dari, puncak pegunungan tertinggi nan jarang didaki

Hingga, dasar lautan terdalam nun jauh tak terselam

Sudah, kutualangi s’luruh penjuru

Dari, penjuru kutub utara nan jaya

Hingga, penjuru kutub selatan nan miskin

Dari, penjuru ufuk timur nan subur

Hingga, penjuru ufuk barat nan …

Sudah, kulancongi s’luruh negri

Dari, negri timur nan makmur

Hingga, negri barat nan kuat

Dari, negri dongeng nan cengeng

Hingga, negri mimpi nan sunyi

Sudah, kutelusuri s’luruh jalan

Dari, jalan lurus nan bagus

Hingga, jalan berliku nan kaku

Dari, jalan terjal nan tak teraspal

Hingga, jalan buntu nan membatu

Hanyalah, tuk mencari jejak-mu yang menghilang

Bagai, tertelan bumi

Jejak-mu, telah menyimpan sebuah misteri

Yang ingin, kucari dan kugali

Aku, hampir berputus asa

Ketika, ku mencari dimana diri-mu

Dan, ku bertanya pada semua

Kepada batu, yang terpaku, membeku dan kaku

Kepada air, yang mengalir, kehilir dan langsir

Kepada angin, yang berhembus, menghempas dan cemas

Kepada burung, yang berkicau, meracau dan kacau

Kepada petang, yang menjelang, berselang dan menghilang

Kepada bintang, yang berkerlip, berkedip dan ketip

Kepada malam, yang temaram, kelam dan terdiam

Namun, tapak tilas yang kulakukan terasa sia adanya

Karna, tak jua kutemukan dimana diri-mu

Tak jua, kulihat paras wajah dan seyum manis-mu

Tak jua, kudengar suara syahdu dan canda tawa-mu

Tak jua, kucium semerbak aroma tubuh-mu

Tak jua, kusentuh jabat hangat dari-mu

Wahai, kau yang kucari

Asaku lelah, menahan rindu ingin bertemu

Ingin, segera kucurahkan

S’luruh isi hatiku, kepada-mu

Oh Kau, kau yang kucari

Dimanakah diri-mu berada???

Memory yang menyedihkan,

Jogja, 18 September 2002